Syarat Penulisan Artikel


DISKURSUS hanya memuat artikel hasil refleksi, penelitian atau kajian analitis-kritis dalam bidang ilmu filsafat dan teologi, serta ilmu-ilmu terkait, antara lain bahasa, sosiologi, seni dan budaya, antropologi, yang belum pernah diterbitkan di media lain.

Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris sepanjang 5.000-10.000 kata; dilengkapi dengan abstrak maksimal 200 kata; dan kata-kata kunci maksimal 10 kata.

Artikel memuat: Judul, Nama Penulis (beserta alamat lengkap lembaga tempat bekerja, belajar, melakukan penelitian atau menjalani program sabatikal, serta alamat email pribadi), Abstrak (dalam bahasa Indonesia dan Inggris), Kata-kata Kunci (dalam bahasa Inggris dan untuk artikel berbahasa Indonesia dalam bahasa Indonesia disertai terjemahan Inggrisnya), Pendahuluan (tanpa anak judul), Subjudul-subjudul (sesuai dengan kebutuhan), Penutup (atau Simpulan), dan Daftar Rujukan.

Catatan-catatan berupa referensi ditulis secara lengkap sebagai catatan kaki. Contoh:

  • Elizabeth A. Johnson, She Who Is: The Mystery of God in Feminist Theological Discourse (New York: Crossroad, 1996), p. 120.
  • Bila karya yang sama diacu beberapa kali, untuk catatan kaki berikutnya cukup menyebutkan nama penulis, sebagian dari judul karyanya, serta nomor halaman yang diacu.

Contoh:

  • Elizabeth A. Johnson, She Who Is, p. 135.
  • Catatan: Referensi yang diambil dari sumber lain ditulis dengan menggunakan pola di atas.

Kutipan lebih dari empat baris diketik dengan spasi tunggal dan diberi baris baru. Kutipan empat baris atau kurang dituliskan sebagai sambungan kalimat dan dimasukkan dalam teks memakai tanda petik.

Daftar Rujukan diurutkan secara alfabetis, dan hanya memuat literatur yang dirujuk dalam artikel. Sebagai berkala yang membahasi lmu-ilmu kemanusiaan (humanities), dalam menyusun daftar rujukan Diskursus menggunakan ”the Modern Language Assosiation (MLA) style” (sering juga disebut “format ilmu-ilmu kemanusiaan”), dengan menyebutkan nama penulis (nama keluarga, nama diri), judul karya tulis, kota dan nama penerbit, serta tahun terbit. Contoh-contoh di bawah ini memberikan gambaran tentang “MLA Style.”

1. Sumber yang Dicetak

1.1. Buku

1.1.1. Satu orang penulis

  • Johnson, Elizabeth A. She Who Is: The Mystery of God in Feminist Theological Discourse. New York: Crossroad, 1996.

1.1.2. Dua orang penulis

  • Aburdene, Patricia and John Naisbitt. Megatrends for Women. New York: Villard Books, 1992.

1.1.3. Tiga orang penulis

  • Bentley, Nicolas, Michael Slater, and Nina Burgis. The Dickens Index. New York: Oxford UP, 1990.

1.1.4.  Empat orang penulis atau lebih

  • Muedhurst, Martin J., et al. Cold War Rhetoric: Strategy, Metaphor, and Ideology. New York: Greenwood, 1990.

1.1.5.  Penulis tidak diketahui

  • Langsung tuliskan judul tulisan secara alfabetis dengan tidak menghiraukan kata penunjuk (dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya), misalnya a, an, atau the.
  • The Times Atlas of the World. 9th ed. New York: Times, 1992.

1.1.6.  Editor

Setelah nama pengarang bubuhkan “ed.” untuk seorang editor, atau “eds.” bila editor lebih dari satu orang.
Brown, Raymond E., Joseph A. Fitzmeyer, and Roland E. Murphy, eds. The New Jerome Biblical Commentary. Englewood Cliffs, N.J.: Prentice Hall, 1990.

1.1.7.  Terjemahan

Tuliskan nama pengarang, dan setelah judul buku cantumkan “Terj.” (kependekan dari “Terjemahan” atau “Trans.” (kependekan dari “Translated by”) disusul dengan nama penerjemah.
Gula, Richard M. Etika Pastoral: Dilengkapi dengan kode etik. Terj. William Chang. Yogyakarta: Kanisius, 2009.

1.1.8.  Penulis yang sama dengan dua atau lebih karya tulis

  • Tuliskan nama penulis hanya sekali, untuk selanjutnya gunakan sepuluh (10) garis untuk menggantikan nama penulis.
  • Johnson, Elisabeth A. Quest for the Living God: Mapping Frontiers in the Theology of God. New York: Continuum, 2008.
  • __________. She Who Is: The Mystery of God in Feminist Theological Discourse. New York: Crossroad, 1994.

1.1.9.  Bab atau Bagian lain dari Sebuah Buku

  • Power, David N. “Power and Authority in Early Christian Centuries.” In That They Might Live: Power, Empowerment, and Leadership in The Church, ed. Michael Downey. New York: Crossroad, 1991, pp. 25-38.

1.2.    Artikel

1.2.1.  Artikel dalam Berkala Ilmiah

  • Selain nama penulis, tuliskan judul artikel dalam “tanda petik” disusul dengan nama Berkala Ilmiah, nomor volume dengan angka arabik, bulan dan tahun terbit dalam “tanda kurung”, diikuti dengan “titik dua” dan nomor halaman dari artikel tersebut.
  • Molnar, George. “Are Dispositions Reducible?” The Philosophical Quarterly 49 (January 1999): 1-17.

1.2.2.  Artikel dalam Majalah Bulanan

  • Selain nama penulis, judul artikel, nama majalah, sebutkan juga bulan dan tahun dalam “tanda kurung” diikuti dengan “titik dua” dan nomor halaman dari artikel tersebut.
  • Simbolon, Paulinus Mardame. “Religius: Pelopor “Politik” dari Masa ke Masa.” Rohani (Agustus 2005): 4-7.

1.2.3.  Artikel dalam Majalah Mingguan

  • Sama seperti menuliskan artikel yang dimuat dalam Majalah Bulanan, namun perlu mencantumkan tanggal diterbitkannya Majalah tersebut selain bulan dan tahun.
  • Radcliffe, Timothy. “The Joy of Giving Ourselves.” The Tablet (23 February 2008): 12-13.

1.2.4.  Artikel dalam Surat Kabar Harian

Sebutkan nama penulis (bila ada), judul artikel, nama koran, tanggal terbit, “bagian” dari Surat Kabar Harian, dan halaman.

Hidya Tjaya, Thomas. “Mencari Orientasi Pendidikan: Sebuah Perspektif Historis.” Kompas 4 Februari 2004, Bentara: 35.

2.  Sumber Online atau Elektronik

Sumber-sumber online yang paralel dengan sumber-sumber cetak (mis. buku, artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal, majalah, atau suratkabar online) harus dirujuk sama seperti paralelnya yang dicetak, tetapi dengan ditambah sebuah URL serta tanggal sumber tersebut diakses. Bagi sumber-sumber online  atau sumber-sumber elektronis lainnya yang tidak mempunyai paralelnya dengan yang dicetak (mis.Website atau Weblog sebuah institusi), selain URL hendaknya juga diberi informasi sebanyak Anda tahu dan diperlukan. Contoh-contoh di bawah ini menyajikan beberapa sumber elektronik yang paling lazim.

2.1.    Buku yang Dipublikasikan Secara Elektronik

  • Bila sebuah buku diterbitkan secara elektronik dan tersedia dalam beberapa format, versi yang dipakai harus disebutkan, tetapi format-format lain juga boleh dicantumkan. Tanggal buku ini diakses perlu dicantumkan pada akhir rujukan.
  • Kurland, Philip B., and Ralph Lerner, eds. The Founders’ Constitution. Chicago: University of Chicago Press, 1987. http://press-pubs.uchicago.edu/founders/. Also available in print form and as a CD-ROM. Diakses pada 27 Juni 2006.