Realitas Perempuan Dalam Kidung Agung Menurut Teologi Feminis

​Abstrak: Teks-teks Alkitab banyak menempatkan perempuan dalam posisi yang lebih rendah daripada laki-laki. Hal itu terjadi karena teks Alkitab ditulis oleh para lelaki pada budaya patriarki yang mengakibatkan terbungkamnya suara perempuan. Menyadari kenyataan itu kaum feminis pada tiga dekade terakhir telah berupaya menggali dan menafsir-kan ulang teks-teks tersebut untuk membantu kaum perempuan men-capai kesetaraan mutualis dengan laki-laki.

Tulisan berikut merupakan salah satu bagian dari upaya tersebut yang mendemonstrasikan bagaimana perempuan pada zaman penulisan Alkitab, khususnya kitab Kidung Agung, bukan hanya memainkan peranan penting tetapi juga yang mendominasi seluruh isi kitab.

​Abstract: Many Biblical texts placed women lower than men. It happens because they were written by men of a patriarchal culture and thus the voice of women was usually silenced. Realizing these facts, feminist groups for the last three decades have been working to re-read and to re-interpret the texts in order to help women find their equal position to men.

The following article is one of those efforts to demonstrate how women in the biblical periods, specifically in the Song of Songs, not only played important roles, but also dominated the whole content of the book.

​E-Mail: asnathnatar@yahoo.com