Demokrasi Radikal Menurut Jacques Rancière

Abstrak: Jacques Rancière, pemikir Prancis kelahiran Aljazair (1940-sekarang), konsisten dengan gagasannya tentang kesetaraan bagi setiap orang dan semua orang. Baginya, demokrasi bukanlah bentuk pemerintahan atau tatanan sosial. Kesetaraan yang kontingen dalam tatanan sosial, menurut Rancière, menjadikan demokrasi dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, tidak dapat diprediksi.

Rancière mengajak kita untuk terbuka pada gangguan-gangguan demos dan kemunculan subyek-subyek baru di masa dating sebagai dinamika dalam tatanan sosial yang tidak perlu ditumpas atau dihambat.

Politik demokrasi adalah sebuah perselisihan. Namun perselisihan tersebut bukan tindakan revolusi untuk menghancurkan tatanan sosial yang telah ada menjadi tatanan yang sama sekali baru. Demokrasi adalah subyektivasi politik yang mengganggu tatanan sosial dominan yang dilakukan oleh demos untuk memverifikasi kesetaraan. Kemunculan demos mentransformasi tatanan sosial menjadi bentuk yang berbeda, yang mengakomodasi keberadaan mereka yang tidak terhitung (the wrong, yang salah).

Kata-kata kunci: Demokrasi, kesetaraan, demos, perselisihan, subyektivikasi, yang salah.

Abstract: Jacques Rancière, a French philosopher born in Algeria (1940-present), affirms the equality of anyone and everyone. He analyzes the so-called democracy not as a kind of state or social order. Equality which is contingent in the social order, for Rancière, shows that democracy could occurs everytime and everywhere, democracy could not be predicted.

Rancière brings us to have an open eye in front of dispute of the demos and the subjectification of any new subjects. This is an inherent and a dynamic of the social order that should not be repressed or stopped. The democratic politics is a dispute. But the dispute is not an act of revolution to destroy the existing social order to create an entirely new order. Democracy is the political subjectification that disrupts the police order by the demos to verify the equality of anyone and everyone. The emergence of the demos transforms the social order into a different form when this order accommodates the existence of the wrong.

Keywords: Democracy, equality, demos, dispute, subjectification, the wrong.
E-mail: sri.indiyastutik@yappika-actionaid.or.id


Save

Save