BUKU

Katolik Itu Apa?
Sosok – Ajaran – Kesaksiannya

Franz Magnis-Suseno
(Yogyakarta: Kanisius, 2017)

 Buku ini mau memberikan informasi menyeluruh tentang apa itu yang namanya Katolik. Ciri-ciri khasnya, sejarahnya, kitab sucinya, apa yang diimaninya, hal dosa dan penebusan, malaikat dan setan, kematian, api penyucian, neraka dan surga, serta akhir zaman. Lalu hakikat, susunan dan tugas  panggilan, dan etika Gereja Katolik, termasuk etika seksual, etika politiknya dan teologi pembebasan. . . Bab akhir menunjuk pada tantangan-tantangan yang dihadapi Katolik di abad ke‐21. Buku ini tidak menghindar dari pertanyaan-pertanyaan keras: apa Kitab Suci dapat dipercayai, siapa sebenarnya Yesus dari Nazaret, apa Allah dapat punya anak, apakah Gereja harus mempertahankan pandangan tradisionalnya tentang homo-seksualitas, apakah mungkin pernah akan ada imam perempuan? . . Dalam buku ini Romo Magnis‐Suseno memberikan orientasi yang dapat dipercaya, ringkas, ketat, lengkap, dalam bahasa blak-blakan, tidak hanya bagi orang Katolik yang ingin lebih mengerti Gerejanya sendiri, melainkan juga bagi siapa saja yang ingin tahu betul apa itu Gereja Katolik, apa yang dipercayainya, apa misinya dan apa tantangannya. Buku seperti ini belum ada dalam pustaka Indonesia. Siapa saja yang mencari jawaban jelas atas pertanyaan tentang implikasi iman Katolik di masa sekarang akan merasa sangat terbantu.


Kristologi:
Tinjauan Historis-Sistematik

Mgr. Adrianus Sunarko OFM
(Jakarta: Penerbit Obor, 2017)

Buku ini memberi informasi tentang hal-hal mendasar tentang Yesus Kristus yang diimani sebagai sungguh Firman Allah yang menjadi manusia, yang juga diimani sebagai kepenuhan wahyu dan penyelamat seluruh umat manusia serta segenap ciptaan. Sebagaimana sebuah tinjuan Kristologis, buku ini di satu pihak berciri historis. Akan diperlihatkan (tentu saja secara terbatas) keanekaragaman refleksi tentang Yesus Kristus dari zaman ke zaman, sejak awal sejarah kekristenan hingga zaman kontemporer. Selain historis, buku ini memiliki ciri sistematis juga. Tidak semua hal berkaitan dengan peristiwa Yesus Kristus yang sangat kaya itu akan diuraikan secara detail. Pokok perhatian akan diberikan pada unsur inti iman kristiani akan Yesus Kristus ini: Bahwa Dia adalah Firman Allah yang menjadi sungguh manusia, dan bahwa Dia adalah kepenuhan wahyu serta penyelamat seluruh umat manusia dan segenapciptaan.

Semoga pembaca menimba manfaat dari buku ini dan makin terdorong untuk menjadi pengikut Yesus Kristus yang setia dan penuh syukur.


 

Martin Luther:
Musa Jerman
A. Eddy Kristiyanto, OFM, cs.
(Jakarta: Penerbit Obor, 2017, 348 p.)

Luka sejarah hanya dapat diobati dengan bekerja sama melakukan perubahan, membangun harapan dan hidup berdampingan dengan damai di hari-hari selanjutnya. … Buku MUSA JERMAN ini akan semakin memperkaya wawasan dan pemahaman Gereja-gereja mengenai sejarah reformasi, perubahan-perubahan yang terjadi pada 500 tahun yang lalu, dan harapan-harapan yang dapat kita wujudkan sebagai Gereja-gereja reformasi dalam upaya menciptakan dunia (oikos) sebagai ‘rumah bersama’ yang nyaman untuk ditinggali oleh semua ciptaan.” (Pdt. Sri Yuliana, M.Th – Sekretaris Eksekutif Bidang Keesaan dan Pembaruan Gereja PGI)

Dalam konteks penggalian akan kompleksitas Martin Luther sebagai peristiwa karya yang sedang Anda baca ini sering kali merujuk buah pena yang dihimpun dan disunting oleh Donald K. McKim di bawah judul The Cambridge Companion to Martin Luther (Cambridge University Press, 2003). Perujukan ini sekadar memberikan inspirasi dan kerangka berpikir yang jelas, mengingat karya ini secara komprehensif, kritis, dan objektif mengulas Martin Luther – yang dalam pembacaan saya – sebagai peristiwa. Artinya, Martin Luther bagaikan mata air yang tidak pernah kering, mewariskan alam pemikiran dan pengaruhnya tidak bakal gersang, justru karena bertumpu secara tradisional pada Kitab Suci yang ditatapkan pada bagaimana praksis dalam pastoral jemaat.


Iman dan Hati Nurani:
Gereja Berhadapan dengan Tantangan-Tantangan Zaman
Franz Magnis-Suseno, SJ
(Jakarta: Penerbit Obor, 2014, 232 p.)

Berani beriman Katolik dalam dunia Abad ke-21 semakin membawa tantangan. Dalam buku ini penulis mengangkat beberapa dari tantangan-tantangan itu. Ia bertolak dari suatu pertanyaan mendasar: Bagaimana Gereja Katolik yang berpegang pada Yesus Kristus sebagai satu-satunya penyelamat dapat sekaligus menegaskan bahwa keselamatan juga ditawarkan kepada orang-orang yang tidak dibaptis? Atas dasar keyakinan bahwa iman berakar dalam hati nurani kemudian dibahas dialog antar agama, sikap kita sebagai umat Katolik terhadap agama lain, khususnya agama Islam, implikasi etika politik Katolik bagi Gereja di Indonesia, kepemimpinan khas Kristiani serta hak kritik dalam Gereja.

Dalam bagian akhir buku ini penulis membahas tantangan terhadap agama dari pihak ilmu alam: Darwinisme, kosmologi fisikawan termahsyur Steven Hawking yang menyatakan bahwa Pencipta tidak diperlukan lagi, “ateisme baru“ Richard Dawkings serta buku Dan Brown The da Vinci Code yang beberapa tahun lalu membingungkan banyak umat Kristiani. Buku ditutup dengan renungan tentang bom-bom Natal.