BUKU

Metafisika
Lorens Bagus
(Jakarta: Gramedia, 1991, 235 p.)

Seri Filsafat Driyarkara 2

Orang yang terlalu pragmatis sering mencap filsafat atau metafisika melulu sebagai gimnastik, atau sport otak yang hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tetapi tak dapat diingkari bahwa bahkan hidup kita pada tatarannya yang paling dangkal mengandaikan suatu faham metafisik tertentu di mana bangunan sistem nilai kita letakkan. Oleh karena itu selalu masih relevan untuk menyisihkan waktu dan mendalami filsafat serta mempraktikkan telaah metafisik.

Melalui buku ini, Dr. Lorens Bagus akan membimbing kita ke arah pemikiran metafisik itu. Penulis memulai uraian dalam bukunya dengan menunjuk apa itu metafisika, kekhasan dan metodenya, yang merupakan sebuah introduksi umum untuk mengenal bidang studi ini. Dari sana penulis mengajak kita beranjak memikirkan segala sesuatu yang ada sejauh ada begitu saja, untuk menemukan segi-segi terdalamnya yang ada sebagai kesatuan, kebenaran, kebaikan, dan keindahan. Akhirnya setelah membahas beberapa tema bahasan yang secara klasik menyibukkan telaah metafisik, penulis mengajak kita menelusuri lorong pemikiran ke arah yang paling luhur: Sang Ilahi.


Kebijaksanaan dari Timur:
Beberapa Aspek Pemikiran Hinduisme
Robert C. Zaehner
(Jakarta: Gramedia, 1992, 289 p.)

Seri Filsafat Driyarkara 3

Telaah buku ini terpusat pada satu hal: Hindu. Sebagai fenomena sosio-keagamaan yang telah berumur 4.000 tahun, Hinduisme adalah sebuah belantara yang pada detailnya tak jarang saling bertentangan; dan penulis menghindar dari pembicaraan detail, untuk menemukan apa yang inti, yang kemudian ia tuangkan dalam delapan bab. Satu benang merah dari kedelapan bab tersebut tercermin dari sebutan orang Hidup terhadap pandangan hidup mereka sebagai “Sanatana Dharma”, dharma abadi, yaitu kebenaran, moralitas atau tindakan mulia.


Jelajah Hakikat Pemikiran Timur
Tim Redaksi Driyarkara (editor)
(Jakarta: Gramedia, 1993, 170 p.)

Seri Filsafat Driyarkara 4


Hakikat Pengetahuan dan Cara Kerja Ilmu-Ilmu
Tim Redaksi Driyarkara (editor)
(Jakarta: Gramedia, 1993, 102 p.)

Seri Filsafat Driyarkara 5

Tulisan ini berupaya menggelar usaha-usaha penjelajahan para filsuf mulai dari Bacon, sang perintis ilmu pengetahuan modern, kemudian memasuki pemikiran Hume tentang empirisme dan sumbangan Mill dengan sistem logikanya. Kemudian, dalam Feyerabend disinyalir tendensi anarkisme ilmu pengetahuan lewat kritik atas ilmu pengetahuan abad ini. Berikut Michael Foucault tampil dengan penelusuran historis atas tahap-tahap perkembangan epistemologis. Dan disambung oleh Ricoeur yang menawarkan tentang hermeneutika. Banyak gagasan berguna yang bisa ditimba oleh para ilmuwan untuk bekal menjadi kritis terhadap fenomena penguasaan ilmu pengetahuan atas hidup manusia.