BUKU

13 Tokoh Etika
Sejak Zaman Yunani Sampai Abad Ke-19
Franz Magnis-Suseno
(Yogyakarta: Kanisius, 1997, 214 p.)

Etika merefleksikan bagaimana manusia harus hidup agar ia berhasil sebagai manusia. Karena itu tidak mengherankan bila semua filsuf besar menulis bidang etika. Buku ini memperkenalkan satu aliran dan dua belas pemikir etika paling utama dalam sejarah filsafat. Waktu yang tercakup menjangkau dua ribu empat ratus tahun, mulai dari Platon, tokoh terbesar filsafat Yunani kuno, sampai Friedrich Nietzche, sang penghancur etika tradisional dan nabi nihilisme abad ke-20. Ketiga belas tokoh tersebut memberikan jawaban yang sangat bervariasi menanggapi pertanyaan bagaimana manusia harus membawakan diri, agar ia mencapai potensialitasnya yang tertinggi, agar kehidupannya betul-betul bermutu. Pendapat ketiga belas tokoh tersebut membuat kita sadar betapa banyak sudut pandang dan segi realitas manusia yang harus diperhatikan kalau kita mau menangani hidupnya secara bertanggung jawab.


Mencari Makna Kebangsaan
Franz Magnis-Suseno
(Yogyakarta: Kanisius, 1998, 193 p.)

Dalam buku ini dikumpulkan tiga puluh enam karangan dan makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang ditulis dalam tujuh tahun terakhir, sebagian besar pernah dipublikasikan. Dalam buku ini penulis, yang terkenal tajam dan to the point itu, menanggapi pelbagai masalah yang pernah aktual, namun kebanyakan masih tetap menghantui kita, dengan menempatkannya ke dalam dimensi lebih mendalam. Ia menunjukkan tantangan yang terkandung di dalamnya bagi usaha membangun masyarakat Indonesia yang adil dan manusiawi atas dasar Pancasila. Maksud penulis adalah ingin merangsang pikiran, refleksi, keprihatinan dan tekad pembaca sendiri berhadapan dengan masalah-masalah itu.


Etika Jawa:
Sebuah Analisa Falsafi
tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa
Franz Magnis-Suseno
(Jakarta: Gramedia, 1996, 265 p.)

Masyarakat luas memberi bermacam-macam tafsiran terhadap etika. Begitu pula judul buku ini menimbulkan banyak pertanyaan. Di sini etika dilihat sebagai ilmu atau refleksi sistematis atas keseluruhan norma-norma dan penilaian-penilaian, yang digunakan oleh suatu masyarakat untuk mengetahui bagaimana manusia seharusnya menjalani kehidupannya. Buku ini merupakan usaha seorang ahli etika menguraikan kebijaksanaan hidup masyarakat Jawa, sesuai dengan tuntutan penelitian ilmiah.

Maksud penggalian etika Jawa sebagai langkah maju ke arah penelitian Filsafat Timur diterangkan pada bab pendahuluan. Kemudian diperkenalkan sekilas sejarah perkembangan masyarakat Jawa, yang melatarbelakangi perkembangan kebijaksanaan hidup orang Jawa. Selanjutnya disajikan sebuah analisis falsafati tentang kebijaksanaan hidup masyarakat Jawa, yang terdiri dari enam bab. Bab-bab itu membahas: dua kaidah dasar kehidupan masyarakat Jawa, empat lingkaran pandangan hidup Jawa, koordinat-koordinat umum etika Jawa, beberapa masalah khusus, etika sebagai kebijaksanaan hidup, dan bab terakhir tentang etika Jawa dan relativisme.

Ternyata etika Jawa mencerminkan nilai-nilai manusiawi, yang pantas menjadi salah satu pedoman alternatif menghadapi tantangan modernisasi. Sebuah corak etika yang unik, berbeda dari etika Barat, karena memiliki gambaran yang khas tentang manusia, pribadi, masyarakat, serta alam semesta.

Buku ini merupakan bacaan yang sangat membantu para pembaca, baik yang berasal dari Jawa maupun di luarnya, untuk memahami tingkah-laku, kebijaksanaan, dan cita-cita orang Jawa.


Filsafat Proses:
Sebuah Pengantar Sistematik
Filsafat Alfred North Whitehead
Justinus Sudarminta
(Yogyakarta: Kanisius, 1991, 122 p.)

Buku ini mengantar secara komprehensif dan sistematis bagaimana gerangan pemikiran Whitehead mengenai evolusi dunia (kosmologi), kesatuan manusia dan alamnya (antropologi), tindakan yang bernilai (etika), Tuhan yang berprotes (filsafat ketuhanan), keselarasan antara keindahan dan kebaikan (estetika), pendidikan yang memanusiawikan (pedagogi), dan tentang kenyataan sebagai keseluruhan (metafisika).