BUKU

Die Herrschaft der Gleichen:
Masse und totalitäre Herrschaft.
Eine kritische Überprüfung der Texte von Georg Simmel,
Hermann Broch, Elias Canetti und Hannah Arendt
Fransisco Budi Hardiman
(Frankfurt am Main: Peter Lang, 2001, 256 p.)

Diese Studie ist ein Versuch, einen Ansatz, der um die Idee der Gleichheit kreist, zu entwickeln, indem sie die Gedanken von Georg Simmel, Hermann Broch, Elias Canetti und Hannah Arendt kritisch überprüft. Die totalitäre Herrschaft ist die Herrschaft der Gleichen im doppelten Sinne: Sie ist zum einen die Herrschaft des Ungleichen über die Gleichen und zum anderen die Herrschaft dieser Gleichen über die Ungleichen. Die Masse, das sind die Gleichen, d. h. die Masse besteht aus Individuen, die ihrem Wesen nach Ungleiche sind, aber dann gleich gemacht bzw. vermasst werden. Der Eine, der über die Vielen herrscht, ist der Ungleiche, weil er seine privilegierte Stellung im sozialen Ganzen gewinnt, indem er sich von den anderen unterscheidet, und diese anderen sich ihm gegenüber zusammen als Einheit gleichstellen. Es ist hier deshalb sinnvoll zu behaupten und im Laufe dieser Studie auf verschiedenen Untersuchungsebenen noch nachzuweisen, daß diese Gleichheit in der Masse das ist, was die Bedingungen der Möglichkeit der totalitären Herrschaft ausmacht. Und vielleicht schmiedet die Faszination dieser Gleichheit alle Ketten, die die Massenmenschen fesseln. Rassismus, Klassenkollektivismus sowie religiöser Fundamentalismus gehen von einem solchen Traum der Herrschaft der Gleichen aus, der jedoch erst erfüllt wird, wenn alle Menschen, die wesentlich ungleich sind, zu gleichen Exemplaren ihrer Gattung gemacht werden und als Individuen verschwinden.


Kamus Filsafat
Lorens Bagus
(Jakarta: Gramedia, 2000, 1207 p.)

Kamus ini menghindari gaya penulisan yang serba ringkas dengan tidak hanya mengungkapkan makna dari suatu konsep. Yang diusahakan disini adalah memberi keterangan yang cukup luas mengenai masing-masing konsep, dengan mengikuti pola: asal-usul kata, beberapa pengertian, pandangan beberapa filsuf, kaitannya dengan tema-tema khusus.


Etika Abad Kedua Puluh:
12 Teks Kunci
Franz Magnis-Suseno
(Yogyakarta: Kanisius, 2006, 302 p.)

Dalam buku ini disajikan terjemahan 12 teks kunci etika abad ke-20, di antaranya dari Sartre, Levinas, Iris Murdoch, Habermas, dan Rorty. Buku ini melengkapi buku 12 Tokoh Etika Abad ke-20 terbitan Kanisius dari penulis yang sama. Setiap teks diberi pengantar cukup terinci yang menjelaskan garis besar pemikiran tokoh yang bersangkutan maupun pokok gagasan dalam teks yang diterjemahkan. Buku ini mengantar pembaca ke dalam kemajemukan pendekatan filsafat moral kontemporer, sekaligus memungkinkan pembaca mencicipi cara berpikir beberapa filosof terbesar abad ke-20.


12 Tokoh Etika Abad ke-20
Franz Magnis-Suseno
(Yogyakarta: Kanisius, 2000, 271 p.)

Abad ke-20 ditandai dengan penyamarataan “budaya MacWorld” dan hasrat komunitas-komunitas lokal untuk mewujudkan identitas khas antara kekuatan-kekuatan pemersatu globalisasi di satu pihak dan konflik semakin banyak pandangan hidup, religius, moral, ideologis yang tidak mau bersatu di pihak lain. Etika abad ke-20 tidak terlepas dari suasana konflik ini. Dalam kemajemukan posisi dan metodenya yang saling mengabaikan segala keyakinan atau visi inti yang mempersatukan tampak sudah hancur. Buku ini memperkenalkan pemikiran 12 tokoh etika abad ke-20 untuk menunjukkan adanya kemajemukan. Sasaran: pembaca yang tertarik untuk memahami ‘drama’ perjuangan intelektual di belakang kejadian-kejadian dramatis abad ke-20.