BUKU

Teks-Teks Kunci Filsafat Seni
Mudji Sutrisno, dkk.
(Yogyakarta: Galang Press, 2005, 315 p.)

Buku ini membahas secara mendalam atas pemikiran para filsuf tentang keindahan. Pembahasannya didasarkan pada dua buku, yaitu Continental Aesthetic dan A Modern Book of Aesthetics, dengan menguak pemikiran para filsuf besar, seperti Hegel, Freud hingga Derrida. Buku ini juga menampilkan peranan seni dan keindahan dalan kehidupan nyata.


Hermeneutika Pascakolonial:
Soal Identitas
Mudji Sutrisno & Hendar Putranto (editor)
(Yogyakarta: Kanisius, 2004, 113 p.)

Tema postcolonial hermeneutics menarik karena kita sama-sama menyaksikan batapa persoalan identitas kultural bukanlah sesuatu yang mudah untuk dicari dan ditemukan, apalagi dicari solusinya bila itu terlihat dalam friksi atau konflik. Konflik berdarah, tragedi terorisme, pembantaian massal yang menumpahkan jerit tangis dan tatap pilunya ke pangkuan bumi, sekaligus prasangka, diskriminasi dan dominasi merupakan contoh nyata dari kompleksitas pencarian dan perumusan diri dan yang lain secara kultural, geliat pencarian makna dan pemahaman dalam sungai sejarah yang tak ada habis-habisnya mengalir.

Kumpulan tulisan ini mencoba memetakan analisis dan persoalan teoretis yang menjadi tema-tema pokok dari “Studi Pascakolonial”, seperti identitas, ambivalensi, nasionalisme, perjuangan kebebasan, pertanyaan perempuan, gender, mimikri, ambiguitas, resistensi, rasisme, dan lain-lain.


Sakramen Politik:
Mempertanggungjawabkan Memoria
Eddy Kristiyanto, OFM
(Yogyakarta: Lamalera, 2008, 357 p.)


Teori-Teori Kebudayaan
Mudji Sutrisno & Hendar Putranto (editor)
(Yogyakarta: Kanisius, 2005, 404 p.)

Waktu berubah, dan kita (ikut) berubah juga di dalamnya. Demikian juga dengan budaya, orang-orang dengan alam pikir dan rasa, karsa dan cipta, kebutuhan dan tantangan yang mengalami perubahan budaya pun ikut berubah. Keberadaan kompilasi tulisan-tulisan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan cakrawala pandang kita tentang kebudayaan sekaligus mengasah daya kritis kita dalam membaca dan menyikapi reduksi-reduksi atau penyempitan-penyempitan cara pandang atas kebudayaan yang mungkin semakin meruap dalam arus zaman sekarang.