BUKU

Platon: Lysis
[Tentang Persahabatan]
A. Setyo Wibowo (penerjemah dan penafsir)
(Yogyakarta: Kanisius, 2016, 184 p.)

Buku pertama Platon, Xarmides telah membawa pembaca dalam dunia asli filsafat. Buku kedua Platon, Lysis (tentang persahabatan) juga akan semakin membawa pembaca dalam menelisik lebih dalam gaya filsafat Platon. Platon selalu mengajak murid-murid dan sahabatnya untuk melihat lebih dalam atas sebuah peristiwa. Dalam Lysis ini, persahatan menjadi bahasan utama. Platon secara jelas menerangkan apa itu persahabatan.


Areté:
Hidup Sukses Menurut Platon
A. Setyo Wibowo
(Yogyakarta: Kanisius, 2016, 184 p.)

Secara singkat, buku ini hendak memberikan pandangan umum Platon tentang manusia dan bagaimana meraih keutamaan. Bab-bab dalam buku ini akan membahas satu per satu pandangan Platon tentang apa itu filsafat, tentang jiwa, tentang keutamaan, dan akhirnya tentang pendidikan. Hidup “sukses” di sini merujuk pada kondisi excellent sebuah kehidupan yang optimal. Maka, sesuai dengan judulnya, buku ini hendak mengupas bagaimana manusia bisa meraih excellency dalam hidupnya, atau dengan kata lain, bagaimana menjadikan diri kita “manusia utama”. Dan sejauh manusia dalam pemikiran Platon adalah jiwanya, maka kita akan diajak untuk mendalami secara spesifik bagaimana kita bisa mengoptimalkan jiwa kita, khususnya rasio kita, supaya olehnya kita bisa mencapai kebahagiaan.


Para Pembunuh Tuhan
A. Setyo Wibowo (editor)
(Yogyakarta: Kanisius, 2016, 136 p.)

Perkembangan ilmu filsafat ketuhanan terus merangkak melahirkan pemikir-pemikir cerdas dan gigih. Dengan berbagai tinjauan, keberadaan Tuhan dibuktikan. Tapi, keberadaan itu juga mau dihantam dan disangkal. Banyak para filsuf yang meragukan kebenaran Tuhan. Bermacam argumen diajukan. Merekalah Para Pembunuh Tuhan. Tuhan, siapakah Dia itu???

Selama berabad-abad manusia mencari jawab atas pertanyaan itu. Ia diterima, diyakini, dipercayai. Ada sisi saat manusia hidup damai karena keberadaan-Nya. Ada pula sisi saat manusia saling membunuh demi “membela”-Nya. Kengerian dan kekejian terus-menerus terjadi. Keberadaan-Nya semakin menuntut korban dan korban.


Mendidik Pemimpin dan Negarawan:
Dialektika Filsafat Pendidikan Politik Platon
dari Yunani Antik hingga Indonesia
A. Setyo Wibowo – Haryanto Cahyadi
(Yogyakarta: Lamalera, 2014, xiv+398 p.)

Buku ini muncul dari permenungan akademis dalam memahami teks Platon dan kegelisahan penulis menyaksikan laju demokrasi yang sedang ditelikung uang di negeri ini. Politeia Platon karya 2.400 tahun silam telah memperingatkan: demokrasi sebagai rejim uang akan berujung pada tirani dan kerinduan pada figur bertangan besi (despot). Buku Politeia yang tak pernah habis dikupas ini menawarkan suatu pembaruan menyeluruh: pembaruan pranata politik hanya mungkin dilakukan seiring adanya program pendidikan memunculkan penata politik ideal.

Dengan berkaca dari ideal Yunani Klasik, yaitu Keelokan dan Kebaikan (kalos kai agathos), dan relevansi kontekstualnya pada situasi Indonesia dewasa ini, buku ini membelah dua sisi perkara dengan sekali tusuk. Bagi para pembelajar filsafat, buku ini menawarkan kajian akademis tentang figur negarawan ideal. Bagi para pembelajar politik dan pendidikan, buku ini menawarkan alternatif jalan keluar mengatasi politik demokrasi-uang yang anarkis dan ikhtiar merawat bayi demokrasi melalui pendidikan yang dipikirkan secara cermat.