BUKU

Allah Menyertai Keluarga
Menggali Inspirasi dari Allah
Albertus Purnomo, OFM
(Yogyakarta: Kanisius, 2016, 264 p.)

Alkitab menyimpan catatan indah tentang keluarga. Rencana adanya sebuah keluarga sudah ada dalam pikiran Allah sebelum dunia ini diciptakan. Allah memperkenalkan diri-Nya dan menjalin relasi dengan manusia melalui keluarga. Karya penyelamatan Allah perlahan-lahan juga mulai nyata melalui keluarga. Keluarga pada dasarnya tidak terpisahkan dari Allah. Inilah kabar baik tentang keluarga. Akan tetapi, Alkitab juga mencatat, membangun dan mempertahankan keluarga itu tidak mudah. Untuk sampai tercipta kedamaian dalam keluarga, ternyata banyak tantangan dan hambatannya, seperti: konflik di antara para saudara, kecemburuan di antara anggota keluarga, pudarnya rasa tanggung jawab, salah paham di antara suami istri, dsb.


Iblis dalam Alkitab
Albertus Purnomo, OFM
(Yogyakarta: Kanisius, 2016, 80 p.)

Buku ini memberikan penjelasan tentang Iblis dalam tradisi Kitab Suci. Penulis secara gamblang menjelaskan proses perubahan konsep Iblis sejak dari Malaikat yang ada bersama-sama dengan Allah sampai menjadi musuh abadi Allah. Buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar menarik.


Inspirasi Alkitabiah
dalam Menyikapi Problema Keluarga
Albertus Purnomo, OFM (editor)
(Yogyakarta: Kanisius, 2014, 168 p.)

Agak aneh bahwa para penulis Alkitab sama sekali tidak menyingkirkan berbagai persoalan dalam keluarga. Mengapa bisa demikian? Bukankah itu akan memberi kesan negatif akan Alkitab? Sama sekali tidak. Sebenarnya, para penulis Alkitab hendak memperlihatkan bahwa persoalan yang muncul dalam keluarga adalah bagian dari hidup manusia yang tidak bisa dihindari, melainkan harus dihadapi. Mereka ingin menunjukkan bahwa persoalan dalam keluarga tetaplah sebuah persoalan yang serius dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Gagasan, pemikiran, dan diskusi seputar persoalan keluarga yang diurai oleh para penulis LBI ini memberikan sumbangan pemikiran dan pemahaman mengenai persoalan keluarga ditinjau dari perspektif alkitabiah. Tulisan-tulisan dalam buku ini memberikan inspirasi kepada Anda untuk untuk menemukan solusi atas berbagai masalah dalam keluarga yang sangat mungkin tiba-tiba menimpa keluarga seperti pencuri di waktu malam.


Platon: Xarmides
[Tentang Keugaharian]
A. Setyo Wibowo (penerjemah dan penafsir)
(Yogyakarta, Kanisius, 2016, 230 p.)

Buku berjudul Xarmides atau Tentang Keugaharian (Peri Sophrosunes) adalah salah satu teks yang ditulis pada awal karya Platon (periode Masa Muda). Buku ini memuat dialog antara Sokrates dengan Xarmides di sebuah palaistra (atau gymnasion), sebuah tempat pendidikan dan latihan jasmani. Platon selalu menampilkan tokoh Sokrates sebagai orang yang “tidak tahu”, sehingga ia memicu dan menuntun perbincangan mencari definisi tentang keutamaan keugaharian (modestiamoderationself control).

Terjemahan dan tafsiran atas buku Xarmides ini dilengkapi dengan catatan kaki yang kaya untuk mempermudah mereka yang berminat menekuni dan mempelajari teks-teks Platon. Keutamaan keugaharian, yang bisa diterjemahkan juga sebagai mawas diri, adalah keutamaan penting bagi orang yang hendak berpolitik. Mawas diri mengandaikan orang mengenal diri, sehingga mampu mengontrol dirinya. Hanya orang yang tahu siapa dirinya, sehingga memiliki self-control yang layak dianggap siap berpolitik: mengurusi orang lain. Pun bagi mereka yang hanya sekedar ingin tahu gagasan dan pemikiran Platon tentang keugaharian, buku ini mudah dipahami karena dihantarkan dan dijelaskan dengan mumpuni.