Aplikasi Etika Diskursus Bagi Dialog Interreligius

Abstrak: Tulisan ini bertujuan mempresentasikan etika diskursus Jürgen Habermas dan kemudian menarik kemungkinan relevansinya bagi dialog interreligius. Berbeda dengan global ethics Hans Küng yang men-jadikan “problem of the good” sebagai pokok pembicaraan, etika diskursus hanya membicarakan bagi kehidupan bersama dalam masyarakat majemuk. Karena itu, etika diskursus tidak bertendensi mengejar substansi nilai-nilai etis dari berbagai pandangan dunia (world-view) dalam kelompok-kelompok kultural maupun religius yang berbeda-beda itu.

Sebaliknya, etika diskurus hanya menawarkan sebuah prosedur untuk memecahkan masalah hidup bersama secara adil di tengah kema-jemukan pandangan nilai dan keyakinan yang tak terbantahkan. Etika ini tidak bertujuan melenyapkan perbedaan-perbedaan identitas para warga dengan segala kekayaan kultural dan religiusnya, melainkan ber-upaya menjamin kelangsungan hidup bersama secara bermartabat tanpa kehilangan identitas individual. Tulisan ini dibagi dalam dua bagian. Pertama, penulis akan mendeskripsikan hakikat etika diskursus. Kedua, penulis akan menarik kemungkinan aplikasi etika diskursus bagi dialog interreligius. Tulisan ini akan diakhiri dengan penutup singkat.

Abstract: This paper aims to present the Discourse Ethics of Jürgen Habermas and find its relevance for interreligious dialogue. In contrast to the global ethics of Hans Küng that concerns the “problem of the good,” discourse ethics deals only with “the problem of justice” within a pluralistic society. Therefore, discourse ethics does not attempt to find the commonality of the ethical different values of the various group either culturally or religiously.

Rather, discourse ethics offers a procedure for solving inter-religion and inter-cultural problems within a community or society fairly and reasonably. In other words, discourse ethics does not aim to eliminate the distinctive attributes of every citizen within their own cultural and religious belief, but rather ensures that each person or each group live together with dignity without losing their identity. This paper is divided into two parts. First, the author will describe what discourse ethics is. Second, the authors will discuss the possible appli-cation of discourse ethics for interreligious dialogue. This paper will end with a short conclusion.

E-Mail: Locusepistemegusty@gmail.com