Ambiguitas, Interkulturalitas, dan Hibriditas Relasional dalam Relasi antara Israel dan Bangsa-bangsa Lain

Abstrak: Artikel ini merupakan analisis terhadap hubungan antara Israel dan bangsa-bangsa lainnya dengan menggunakan pemikiran tentang “liyan.” Dalam masyarakat multikultural kehadiran liyan tidak terhindarkan dan menuntut tanggapan yang sungguh-sungguh. Keadaan ini pada gilirannya akan menciptakan ambiguitas, sebagaimana yang dialami oleh Israel. Penemuan arkeologis akhir-akhir ini membuktikan bahwa hubungan antara Israel dengan bangsa-bangsa lain ternyata tidak seperti yang dilukiskan oleh Alkitab.

Israel bukanlah sebuah bangsa yang pada suatu masa datang ke Kanaan yang sudah berpenduduk, tetapi mereka muncul secara bertahap dari antara bangsa Kanaan sendiri. Maka, Israel memiliki banyak kesamaan dengan bangsa-bangsa lain itu. Pada pihak lain, Israel juga menumbuhkan sebuah ideologi yang lama-kelamaan akan membentuk mereka menjadi sebuah bangsa.

Telah disarankan agar hubungan antara Israel dengan bangsa-bangsa lain itu dipandang sebagai hubungan interkultural. Meskipun pandangan itu masuk akal, namun penulis hendak mengajukan cara pandang lain. Cara pandang itu adalah hibriditas relasional. Dalam pandangan ini, Israel dilihat sebagai sebuah bangsa yang bersifat hibrid, namun bukan dalam arti yang statis.

Hibriditas di sini dipandang sebagai sebuah keadaan yang menuntut tanggapan aktif. Dengan kata lain, kesamaan dan perbedaan antara Israel dengan bangsa-bangsa lainnya tidak boleh dianggap sebagai sebuah kondisi yang sudah jadi melainkan terus-menerus dalam proses pembentukan.

Kata-kata kunci: Liyan, ambiguitas, budaya, interkultural, agama, kesamaan, perbedaan, hibriditas relasional.

Abstract: This article will analyze the relationship between Israel and other nations using the concept of “the other.” In a multicultural society, the presence of the other is unavoidable and demands a serious response. This, however, creates ambiguity, as experienced by Israel. Recent archeological findings have proven that the relationship between Israel and other nations mentioned in the Bible was unlike the description provided by the Bible.

Israel was not a separate nation that came into an already occupied land of Canaan, but rather, it gradually emerged as a group from within the people of the land. Therefore, it can be expected that this nation shared many similarities with its cohabitants.

On the other hand, it also developed a distinctive ideology which over time formed Israel as a separate nation. It has been suggested to consider the relationship between Israel and the others through the lens of interculturality. This article proposes another perspective, that is, a relational hybridity.

From this perspective, Israel is seen as a hybrid nation. The hybridity is understood as a state of life, but, as one that always demands an active response. In other words, it is a process continously evolving.

Keywords: The other, ambiguity, intercultural, religion, similarity, difference, hybridity, relational.

Email: robertsetio64@gmail.com